Sunday 4th December 2016

Macam Jenis Retakan Dinding dan Cara Mengatasinya




Salah satu yang kerap muncul pada bangunan rumah adalah masalah keretakan dinding. Hal itu pastinya dapat mempengaruhi kualitas kekuatan bangunan dan mengurangi tampilan keindahan karena sangat mengganggu. Sebelumnya telah dijelaskan tentang masalah kelembaban dinding berikut ini kami akan membahas bagaimana mengenali jenis retakan dinding dan cara mengatasinya.

Mengatasi dinding yang retak struktur

Mengatasi dinding yang retak struktur. Sumber gambar: rumahin.com



Jenis retakan ada dua jenis yaitu retakan dinding non-struktural dan retakan dinding struktural. Penyebab timbulnya retakan non-struktural adalah karena proses pengeringan bahan yang tidak merata dan terjadi secara bersamaan. Seperti campuran pada semen dan pasir, jika menggunakan semen yang terlalu banyak akan menyebabkan semen lebih cepat kering daripada pasir karena pasir membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mongering. Hal ini akan terjadi proses tarik menarik diantara kedua material tersebut yang akan menimbulkan retakan pada dinding. Untuk mencegah hal itu sebaiknya membuat adonan material dengan cermat supaya tidak menimbulkan retakan.

Baca
Inilah Alasan Mengapa Anda Dilarang Memenuhi Kamar dengan Banyak Aksesoris

Untuk retakan jenis non-struktural proses mengatasinya tidak begitu rumit karena efek retakannya tidak terlalu berat karena retakannya hanya terjadi pada lapisan dinding saja. Cara mengatasi retakan ini cukup dengan menggunakan dempul saja. Sebelum penambalan dengan dempul dilakukan bagian yang retak harus dikerok terlebih dahulu, hal itu bertujuan supaya adonan dempul bisa masuk ke dalam bagian yang retak dengan sempurna dan kuat.

Cara mengatasi dinding retak non struktural

Cara mengatasi dinding retak non struktural. Sumber gambar: caratercepat.com

Sedangkan penyebab retakan struktural adalah akibat pergeseran tanah pada lokasi rumah yang dibangun. Bila bangunan rumah mengalami retakan yang seperti ini haruslah melakukan tindakan secara cepat. Jika, mengatasinya dengan lambat maka akan mempengaruhi kekuatan bangunan. Cirri-ciri retakan struktural dimulai dari bagian pojok atau sudut atas menuju arah yang basah sehingga menghasilkan garis diagonal.

Tetapi ada pula retakan yang mengikuti susunan batu bata. Kondisi seperti ini disebabkan oleh kolom pondasi yang menopang sumber kekuatan dinding mengalami penggeseran akibat keadaan tanah yang tidak stabil. Getaran yang sering terjadi seperti getaran akibat pengeboran dan akibat truk-truk yang melintas dan mengangkut barang yang berat bisa menimbulkan terjadinya retakan struktual .

Baca
Tips Alami Bersihkan Noda Kotor di Keramik dan Porselen yang Membandel

Cara memperbaiki retakan struktural adalah memperbaiki kolom dan pondasi yang mengalami penggeseran supaya kuat kembali dengan membuat campuran semen, pasir dan batu yang dimasukan ke dalam tanah di sekitar bagian bawah pondasi. Kemudian memperbaiki dinding yang retak dengan cara membongkar daerah yang retak kemudian mengembalikannya menggunakan susunan batu bata yang baru.

Cara yang lainnya adalah dengan menyambung lagi bagian dinding yang retak menggunakan besi tulang yang dibentuk seperti staples. Tahapan yang dilakukan adalah dengan membongkar plesteran dinding yang retak kemudian besi staples dihubungkan pada batu bata yang mengalami keretakan kemudian dilapisi kembali menggunakan adonan semen dan pasir.



(Visited 10,730 times, 13 visits today)

loading...
/* */

banner